Tidak terasa, sebentar lagi liburan datang. waktunya pulang kampung bagi mereka-mereka yang perantauan, atau waktunya liburan bagi mereka-mereka yang penat akan semua rutinitas yang selama ini dilalui.
buat kami? ya dua-duanya. pulang kampung, ya liburan.
kali ini pulang kampung agak sedikit berbeda, tentu saja, kami membawa serta si kecil.
ibnu sayang yang sebentar lagi usianya sudah 3 bulan. semenjak lahir, belum pernah menginjakkan kakinya dikota kelahiran mamahnya, yaitu Banjarmasin.
pasti rame. sekarang kami kalau jalan-jalan tidak berdua lagi, ada si kecil yang diajak serta.
semua keluarga yang waktu tasmiyah Ibnu di amuntai kemaren ga sempat ikut, pasti dengan penuh semangat akan datang kerumah untuk sekedar melihat si kecil yang dulunya waktu mau lahir sempat bikin heboh. hehehe, maklum lah, dalam riwayat keluarga besarku, baru aku yang menjalani operasi caesar. alhamdulillah berjalan lancar lah semuanya. ibnu sekarang juga semakin sehat dan lucu. hehehe...
Tampilkan postingan dengan label ganteng. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ganteng. Tampilkan semua postingan
Minggu, 25 Desember 2011
Jumat, 18 November 2011
Proses Melahirkan
Rabu, 12 Oktober 2011
03.30 WITA
saya ingat sekali, saat itu terbangun karena merasakan ada sesuatu yang keluar, kata orang, ciri melahirkan lah. langsung saya ke kamar mandi dan men-cek, ternyata benar, keluar lendir. tapi setelah itu, saya tenang2 saja, dan kembali tidur.
05.30 WITA
ciri itu keluar lagi, setelah menceritakannya dengan suami, dan mertua, akhirnya diputuskan bahwa itu memang ciri melahirkan, diperkirakan pukul 11.00 siang mungkin si baby sudah menghirup udara di dunia ini.
07.00 WITA
entah kenapa saya sudah merasakan mules2, dan berjangka. setiap 3 menit, sakit, atau 5 menit. saat itu saya masih bisa makan dan jalan2. sakitnya masih bisa terasa.
09.00 WITA
sakitnya sudah tidak tertahankan lagi, kata kaka ipar, dibawa jalan2 biar proses melahirkan lancar, tapi rasanya tidak bisa, saya cuma bisa berbaring dan menahan rasa sakit. kontraksinya sudah mulai terasa.
bidan pun datang, kebetulan istri dari sepupu suamiku. katanya sudah pembukaan 4.
mama dan bapa di banjarmasin pun setelah dikabari langsung berangkat ke amuntai, ingin melihat cucu ke sembilannya. hehehe....
11.00 WITA
saya sudah dipersiapkan untuk melahirkan, baju anak, semuanya juga sudah disiapkan. rencana ingin melahirkan dirumah sakit diurungkan karena kata bidan yang menolong persalinan tidak ada masalah dengan kandungan. memang benar, setiap kali kontrol kedokter atau USG pun memang tidak ada masalah. saya dan suami pun setuju karena keinginan untuk inisiasi dini anak saya bisa lebih terjamin, katanya kalau dirumah sakit bisa tidak dibolehkan. saya sudah mengedan beberapa kali, proses mengedan saya juga sering kali salah, entah kenapa, tidak bisa lagi menggunakan otak saat itu. sudah terasa lelah, sampai mama dan bapa sudah sampai ke amuntai, saya belum juga melahirkan. mama mengira malah cucunya sudah keluar duluan.
13.00 WITA
belum melahirkan juga, selama itu saya diminta untuk terus mengedan. air ketuban pun sudah keluar tanpa tau pecah sendiri atau dipecah. tapi anaknya belum juga keluar. kata ibu mertua, mengedan saya sering salah. rambut anak sudah kelihatan. ya Allah, saat itu sakit sekali, tenaga sudah hampir habis. saya melihat air mata sedikit mengalir dari mata mama, suami pun terlihat sangat khawatir, apalagi saya.
15.00 WITA
belum juga melahirkan, bidan akhirnya menyerah dan menyarankan kerumah sakit. takutnya bayinya bisa lemas karena air ketuban. air ketuban juga sudah berubah warna menjadi hijau. sekilas kulihat suamiku, dari pandangan mataku pun dia sudah tau betapa sakit rasanya.
setelah tiba dirumah sakit, bidan setempat juga masih mengupayakan untuk bersalin normal. tenaga ku sudah terkuras habis tapi tetap kucoba untuk memperjuangkan anakku. tapi tetap tidak bisa. akhirnya diputuskan untuk operasi.
19.00 WITA
saya sudah masuk ruang operasi, tinggal menunggu dokter. selama diruang operasipun saya masih mengedan, frekuensi kontraksi semakin bertambah. tapi berangsur hilang setelah proses pembiusan dilaksanakan.
alhamdulillah, tepat 22.00 WITA anakku lahir dengan selamat, alhamdulillah saya pun selamat. ini operasi ketiga yang pernah saya jalani, ketiga kalinya masuk ruang operasi pada 2007 karena kecelakaan hebat yang pernah saya alami. mungkin karena itu, saya bisa menjalani proses operasi dengan tenang. tekanan darah tidak lepas dari 100 - 110. satu satunya alasan saya ingin sukses menjalani operasi ini adalah saya ingin membesarkan anak saya. pembiusan dilakukan mulai punggung sampai kekaki. kurasakan kesemutan diseluruh bagian itu, yang pasti, setelah dibius, saya tidak lagi merasakan sakitnya kontraksi. yang ada seperti kulit perut yang disentuh-sentuh tim operasi ataupun dokternya, tapi tanpa sedikitpun rasa sakit. operasi selesai pada 23.45 WITA. dan tentu saja, selama itu, saya selalu sadar. dokter mengatakan tali plasenta anakku pendek, jadi setiap kali ibunya mengedan, dia ingin keluar, tapi saat ibunya berhenti mengedan, dia tertarik lagi. ya Allah, sedih rasanya bila mengingat masa-masa itu, hanya satu doaku, mudahan anakku sehat selalu.
alhamdulillah, ini dia orangnya yang ditunggu-tunggu. penuh rasa syukur ku panjatkan saat memandang wajahnya. ya ampuuun, putihnya anakku, cakepnya, tangisannya juga kencang. tawa bahagia juga keluar dari suami, mama, dan semua keluarga. apalagi saat melihat saya saat keluar ruang operasi dengan segar bugar. alhamudulillah ya Allah, inilah perjuanganku saat menjadi seorang ibu. terima kasih untuk anugerah terbesar-Mu berupa suami dan keluarga yang sangat mencintaiku.
guys, ini dia anak kami, dan sesuai kesepakatan bersama antara aku dan suamiku, dia kami beri nama
IBNU RASYID AL AKBAR.
03.30 WITA
saya ingat sekali, saat itu terbangun karena merasakan ada sesuatu yang keluar, kata orang, ciri melahirkan lah. langsung saya ke kamar mandi dan men-cek, ternyata benar, keluar lendir. tapi setelah itu, saya tenang2 saja, dan kembali tidur.
05.30 WITA
ciri itu keluar lagi, setelah menceritakannya dengan suami, dan mertua, akhirnya diputuskan bahwa itu memang ciri melahirkan, diperkirakan pukul 11.00 siang mungkin si baby sudah menghirup udara di dunia ini.
07.00 WITA
entah kenapa saya sudah merasakan mules2, dan berjangka. setiap 3 menit, sakit, atau 5 menit. saat itu saya masih bisa makan dan jalan2. sakitnya masih bisa terasa.
09.00 WITA
sakitnya sudah tidak tertahankan lagi, kata kaka ipar, dibawa jalan2 biar proses melahirkan lancar, tapi rasanya tidak bisa, saya cuma bisa berbaring dan menahan rasa sakit. kontraksinya sudah mulai terasa.
bidan pun datang, kebetulan istri dari sepupu suamiku. katanya sudah pembukaan 4.
mama dan bapa di banjarmasin pun setelah dikabari langsung berangkat ke amuntai, ingin melihat cucu ke sembilannya. hehehe....
11.00 WITA
saya sudah dipersiapkan untuk melahirkan, baju anak, semuanya juga sudah disiapkan. rencana ingin melahirkan dirumah sakit diurungkan karena kata bidan yang menolong persalinan tidak ada masalah dengan kandungan. memang benar, setiap kali kontrol kedokter atau USG pun memang tidak ada masalah. saya dan suami pun setuju karena keinginan untuk inisiasi dini anak saya bisa lebih terjamin, katanya kalau dirumah sakit bisa tidak dibolehkan. saya sudah mengedan beberapa kali, proses mengedan saya juga sering kali salah, entah kenapa, tidak bisa lagi menggunakan otak saat itu. sudah terasa lelah, sampai mama dan bapa sudah sampai ke amuntai, saya belum juga melahirkan. mama mengira malah cucunya sudah keluar duluan.
13.00 WITA
belum melahirkan juga, selama itu saya diminta untuk terus mengedan. air ketuban pun sudah keluar tanpa tau pecah sendiri atau dipecah. tapi anaknya belum juga keluar. kata ibu mertua, mengedan saya sering salah. rambut anak sudah kelihatan. ya Allah, saat itu sakit sekali, tenaga sudah hampir habis. saya melihat air mata sedikit mengalir dari mata mama, suami pun terlihat sangat khawatir, apalagi saya.
15.00 WITA
belum juga melahirkan, bidan akhirnya menyerah dan menyarankan kerumah sakit. takutnya bayinya bisa lemas karena air ketuban. air ketuban juga sudah berubah warna menjadi hijau. sekilas kulihat suamiku, dari pandangan mataku pun dia sudah tau betapa sakit rasanya.
setelah tiba dirumah sakit, bidan setempat juga masih mengupayakan untuk bersalin normal. tenaga ku sudah terkuras habis tapi tetap kucoba untuk memperjuangkan anakku. tapi tetap tidak bisa. akhirnya diputuskan untuk operasi.
19.00 WITA
saya sudah masuk ruang operasi, tinggal menunggu dokter. selama diruang operasipun saya masih mengedan, frekuensi kontraksi semakin bertambah. tapi berangsur hilang setelah proses pembiusan dilaksanakan.
alhamdulillah, tepat 22.00 WITA anakku lahir dengan selamat, alhamdulillah saya pun selamat. ini operasi ketiga yang pernah saya jalani, ketiga kalinya masuk ruang operasi pada 2007 karena kecelakaan hebat yang pernah saya alami. mungkin karena itu, saya bisa menjalani proses operasi dengan tenang. tekanan darah tidak lepas dari 100 - 110. satu satunya alasan saya ingin sukses menjalani operasi ini adalah saya ingin membesarkan anak saya. pembiusan dilakukan mulai punggung sampai kekaki. kurasakan kesemutan diseluruh bagian itu, yang pasti, setelah dibius, saya tidak lagi merasakan sakitnya kontraksi. yang ada seperti kulit perut yang disentuh-sentuh tim operasi ataupun dokternya, tapi tanpa sedikitpun rasa sakit. operasi selesai pada 23.45 WITA. dan tentu saja, selama itu, saya selalu sadar. dokter mengatakan tali plasenta anakku pendek, jadi setiap kali ibunya mengedan, dia ingin keluar, tapi saat ibunya berhenti mengedan, dia tertarik lagi. ya Allah, sedih rasanya bila mengingat masa-masa itu, hanya satu doaku, mudahan anakku sehat selalu.
alhamdulillah, ini dia orangnya yang ditunggu-tunggu. penuh rasa syukur ku panjatkan saat memandang wajahnya. ya ampuuun, putihnya anakku, cakepnya, tangisannya juga kencang. tawa bahagia juga keluar dari suami, mama, dan semua keluarga. apalagi saat melihat saya saat keluar ruang operasi dengan segar bugar. alhamudulillah ya Allah, inilah perjuanganku saat menjadi seorang ibu. terima kasih untuk anugerah terbesar-Mu berupa suami dan keluarga yang sangat mencintaiku.
guys, ini dia anak kami, dan sesuai kesepakatan bersama antara aku dan suamiku, dia kami beri nama
IBNU RASYID AL AKBAR.
Minggu, 06 Maret 2011
Pra jabatan kembali
Kembali datang sebuah event yang mungkin dirasakan sekali saja dalam karir seorang pegawai negeri sipil.
Pra jabatan.
sebuah diklat yang mengharuskan pesertanya menanggalkan semua kegiatan dalam pekerjaannya, menanggalkan atribut apakah ia seorang guru, teknis, perawat, dokter, farmasi.
dan yang sudah pasti, berpisah untuk sementara dengan keluarga yang sangat dicintai.
semua itu demi mendapatkan pendidikan, kegiatan yang terjadwal, pelajaran disiplin, baris-berbaris, ataupun segala tetek bengek seorang pegawai negeri sipil. dengan harapan nantinya, saat ia sudah tidak lagi menjadi seorang "calon" PNS, dia mengetahui apa yang menjadi kewajiban dan haknya.
lamanya diklat beragam. ada yang 10 hari, ada yang 20 hari, 14 hari, untuk tahun ini, 24 hari, dan direncanakan bagi CPNS yang diangkat pada 2011, akan menghadapi diklat prajabatan dengan lama waktu 3 bulan.
Juli-agustus 2010.
aku telah merasakan bagaimana sedih, susah dan senangnya melalui diklat prajabatan. banyak canda dan tawa, bosan dan ngantuk, teman baru, pengasuh baru, dan satu yang sudah pasti, rasa kangen yang tak terhingga pada suamiku.
Maret 2011.
kini giliran suamiku yang harus menjalani diklat prajabatan. namun kali ini, lamanya 24 hari. dihitung-hitung, berangkat 6 maret (sudah termasuk cek in dan cek kesehatan), maka diklat akan selesai pada 31 maret. aku selalu berdoa, agar suamiku diberikan kesehatan, selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa. dan yang pasti, mudahan dia bisa menikmati diklatnya disana, walau rasa bosan dan ngantuk sudah pasti ada.
sekarang, tinggal aku yang harus bisa menahan emosi akan rasa kangen yang menggebu, tak terasa, kadang air mata menetes juga di pipi, padahal blm lagi 1 hari suamiku menjalani diklatnya. aku harap 24 hari takkan terasa.
untunglah ada si kecil dalam perutku ini yg selalu menemaniku, tempatku berbagi cerita disaat aku kangen dengan papahnya.
hehehe, sekarang, banyak hal yang harus ku kerjakan, PR dari suamiku sayang.
membuat artikel tentang paman tukang las,
membuat artikel tentang grand black,
oya, memberikan hadiah ulang tahun untuk suamiku. yaaah, telat dikit gpp lah. hehehe, baru aja dapat inspirasi untuk kadonya. dan mudahan dia suka.
just a little suprise gift.
i love you honey, and i do really miss you right now.
Pra jabatan.
sebuah diklat yang mengharuskan pesertanya menanggalkan semua kegiatan dalam pekerjaannya, menanggalkan atribut apakah ia seorang guru, teknis, perawat, dokter, farmasi.
dan yang sudah pasti, berpisah untuk sementara dengan keluarga yang sangat dicintai.
semua itu demi mendapatkan pendidikan, kegiatan yang terjadwal, pelajaran disiplin, baris-berbaris, ataupun segala tetek bengek seorang pegawai negeri sipil. dengan harapan nantinya, saat ia sudah tidak lagi menjadi seorang "calon" PNS, dia mengetahui apa yang menjadi kewajiban dan haknya.
lamanya diklat beragam. ada yang 10 hari, ada yang 20 hari, 14 hari, untuk tahun ini, 24 hari, dan direncanakan bagi CPNS yang diangkat pada 2011, akan menghadapi diklat prajabatan dengan lama waktu 3 bulan.
Juli-agustus 2010.
aku telah merasakan bagaimana sedih, susah dan senangnya melalui diklat prajabatan. banyak canda dan tawa, bosan dan ngantuk, teman baru, pengasuh baru, dan satu yang sudah pasti, rasa kangen yang tak terhingga pada suamiku.
Maret 2011.
kini giliran suamiku yang harus menjalani diklat prajabatan. namun kali ini, lamanya 24 hari. dihitung-hitung, berangkat 6 maret (sudah termasuk cek in dan cek kesehatan), maka diklat akan selesai pada 31 maret. aku selalu berdoa, agar suamiku diberikan kesehatan, selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa. dan yang pasti, mudahan dia bisa menikmati diklatnya disana, walau rasa bosan dan ngantuk sudah pasti ada.
sekarang, tinggal aku yang harus bisa menahan emosi akan rasa kangen yang menggebu, tak terasa, kadang air mata menetes juga di pipi, padahal blm lagi 1 hari suamiku menjalani diklatnya. aku harap 24 hari takkan terasa.
untunglah ada si kecil dalam perutku ini yg selalu menemaniku, tempatku berbagi cerita disaat aku kangen dengan papahnya.
hehehe, sekarang, banyak hal yang harus ku kerjakan, PR dari suamiku sayang.
membuat artikel tentang paman tukang las,
membuat artikel tentang grand black,
oya, memberikan hadiah ulang tahun untuk suamiku. yaaah, telat dikit gpp lah. hehehe, baru aja dapat inspirasi untuk kadonya. dan mudahan dia suka.
just a little suprise gift.
i love you honey, and i do really miss you right now.
Minggu, 27 Februari 2011
honda grand vs win 100
naaaah, mulai deh kreatifitasnya suamiku tersayang yang lagi hot-hotnya bikin honda astrea grand yang baru aja dibeli, supaya bisa kinclong dan merubah namanya jadi "the grand black". katanya kalau ga kinclong, malu dong klo berteman dengan si hero...
langsung deh, bengkel pribadi "is opened"si grand dibongkar habis, semua body dilepas. debu, pasir dan kotoran yang sudah hampir 6 tahun menempel, sedikit demi sedikit dibersihkan.
hmmm...
ternyata memang benar, kalau bersih, pasti enak dilihat!
hehehe,
sudah hampir satu minggu, kerjaannya ya, buka bengkel pribadi, hmmm....,
tontonan asoy buat saya, betapa asyiknya ngeliat sidia yang lagi serius yang kemudian jadi ge-er ketika paman bengkel tempat kami minta betulin setting lampu si grand nanya : "men-deco dimana nih?"
suamiku jawab : "men-deco sorang pang paman-ae, belajar sedikit-sedikit"
trus pamannya bilang lagi : "waah, bagus jua nah, nangkaya deco-an orang jua"
beeeeeh, sekilas senyum terukir dibibirnya, aku yang dari tadi memperhatikan wajahnya, langsung berucap dalam hati, "wiiiiiih, tukang deco-ku yang ganteng ge-er....."
satu demi satu body grand di deco, dan akhirnya selesailah sudah. hanya saja suamiku bilang ada sedikit masalah dengan sayap kiri dan kanan. mungkin karena pengaruh amplas yang kurang standar.
setelah diamati, sekarang grand memang benar-benar sudah kinclong. dan bisa kukatakan, kalau "the grand black" sudah lahir.nih, bukti keseriusan si dia saat men-deco grandnya.

photo hasil akhir grand, agak goyang nih, nanti diperbaharui lagi.
yang pasti, aku jadi ikut tersenyum bangga melihat kerjaan suamiku.
i love you honey, im very proud of you!
oya, mudahan nanti sikecil yang baru berumur 8 minggu ini, juga kreatif dan inovatif kayak bapaknya. amin.
Langganan:
Postingan (Atom)