Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label guru. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Maret 2011

Pra jabatan kembali

Kembali datang sebuah event yang mungkin dirasakan sekali saja dalam karir seorang pegawai negeri sipil.
Pra jabatan.
sebuah diklat yang mengharuskan pesertanya menanggalkan semua kegiatan dalam pekerjaannya, menanggalkan atribut apakah ia seorang guru, teknis, perawat, dokter, farmasi.
dan yang sudah pasti, berpisah untuk sementara dengan keluarga yang sangat dicintai.

semua itu demi mendapatkan pendidikan, kegiatan yang terjadwal, pelajaran disiplin, baris-berbaris, ataupun segala tetek bengek seorang pegawai negeri sipil. dengan harapan nantinya, saat ia sudah tidak lagi menjadi seorang "calon" PNS, dia mengetahui apa yang menjadi kewajiban dan haknya.

lamanya diklat beragam. ada yang 10 hari, ada yang 20 hari, 14 hari, untuk tahun ini, 24 hari, dan direncanakan bagi CPNS yang diangkat pada 2011, akan menghadapi diklat prajabatan dengan lama waktu 3 bulan.

Juli-agustus 2010.
aku telah merasakan bagaimana sedih, susah dan senangnya melalui diklat prajabatan. banyak canda dan tawa, bosan dan ngantuk, teman baru, pengasuh baru, dan satu yang sudah pasti, rasa kangen yang tak terhingga pada suamiku.

Maret 2011.
kini giliran suamiku yang harus menjalani diklat prajabatan. namun kali ini, lamanya 24 hari. dihitung-hitung, berangkat 6 maret (sudah termasuk cek in dan cek kesehatan), maka diklat akan selesai pada 31 maret. aku selalu berdoa, agar suamiku diberikan kesehatan, selalu dilindungi oleh Yang Maha Kuasa. dan yang pasti, mudahan dia bisa menikmati diklatnya disana, walau rasa bosan dan ngantuk sudah pasti ada.

sekarang, tinggal aku yang harus bisa menahan emosi akan rasa kangen yang menggebu, tak terasa, kadang air mata menetes juga di pipi, padahal blm lagi 1 hari suamiku menjalani diklatnya. aku harap 24 hari takkan terasa.
untunglah ada si kecil dalam perutku ini yg selalu menemaniku, tempatku berbagi cerita disaat aku kangen dengan papahnya.
hehehe, sekarang, banyak hal yang harus ku kerjakan, PR dari suamiku sayang.
membuat artikel tentang paman tukang las,
membuat artikel tentang grand black,

oya, memberikan hadiah ulang tahun untuk suamiku. yaaah, telat dikit gpp lah. hehehe, baru aja dapat inspirasi untuk kadonya. dan mudahan dia suka.
just a little suprise gift.

i love you honey, and i do really miss you right now.

Kamis, 15 Juli 2010

Korban, Imbas, Dampak ...???

Ujian Nasional.
Terkadang menjadi momok yang menakutkan bagi setiap siswa, orang tua, guru bahkan kepala sekolah.

Bahwa sesungguhnya Ujian Nasional merupakan salah satu kegiatan pelaksanaan kurikulum yang tidak dapat dipisahkan satu dengan kegiatan lainnya. Berhasil atau tidaknya pelaksanaan kurikulum itu dapat dilihat dari keberhasilan Ujian Nasional dalam arti sesungguhnya.
Keberhasilan Ujian Nasional itu tidak cukup dilihat dari segi keberhasilan para siswa dalam memperoleh nilai yang baik serta mutu para siswa itu sendiri, tetapi juga dilihat dari segi tehnis pelaksanaan Ujian Akhir Nasional. (http://www.smasasat-tng.sch.id/index.php?option=com_content&view=article&id=4&Itemid=17).

Keberhasilan dalam pencapaian UN ternyata akan berpengaruh juga pada penerimaan siswa baru di tahun ajaran berikutnya. tingginya persentasi kelulusan berperan besar pada tingginya minat dan motivasi siswa untuk memasuki sekolah tersebut. terbukti, sekolah yang tingkat kelulusan sangat rendah, sepi "penggemar"....
Sungguh menyedihkan, bahkan dikabarkan ada salah satu SMA swasta yang terpaksa di tutup untuk tahun ajaran 2010-2011 karena tidak ada siswa yang mendaftar. siswa tingkat sebelumnya pun dialihkan ke sekolah lain.

Apakah hal ini juga akan terjadi pada sekolah tempat ku bernaung saat ini...???
Cuma waktu yang bisa menjawab. Kesalahan terletak pada ketidaktauan pada kondisi masyarakat setempat. Apa yang menjadi tolak ukur mereka dalam memandang dan menilai sebuah sekolah. Tapi apa yang terjadi bisa dijadikan pengalaman, untuk menata langkah agar lebih baik kedepannya. mengokohkan diri agar dapat bersaing dan bisa maju kepermukaan dan mendapatkan aktualisasi nyata dari masyarakat.

Banyak hal yang harus dibenahi, hal ini harus dimulai dari kami, guru. setelah itu, baru akan kami tularkan ke murid-murid kami yang tersisa.
Disiplin, Ilmu, Semangat untuk Belajar dan meraih Prestasi, akan lebih kuat kami tanamkan kepada murid-murid kami.

Hanya satu harapan yang ada, semoga kami bisa bertahan di antara kerasnya gelombang seleksi alam...