Tampilkan postingan dengan label murid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label murid. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Maret 2011

Lessons Study

Kedua kalinya jadi guru model, dalam rangka melaksanakan lessons study di MGMP IPS SMP yang aku ikuti.
Pertama, tidak ada kelengkapan dalam administrasi, tidak ada lembar observasi, tidak ada RPP, tidak LKS, ataupun test untuk peserta didik. hanya menyiapkan media berupa kartu soal dan kartu jawaban. observasi pun hanya berupa coretan diselembar kertas yang dirobek tak beraturan.
semua berjalan lancar, waktu itu aku mau jadi guru model katanya karena aku yang baru saja selesai pelatihan Penelitian Tindakan Kelas. ya sudahlah, aku mau, dengan harapan bisa mencobakan metode pembelajaran yang kupilih untuk laporan PTK-ku nanti.

Kedua, hmmmm....., dipilih lagi jadi guru model. ya sudahlah, aku terima juga. tapi kali ini agak berbeda. karena aku tergabung dalam MGMP IPS Terpadu yang terdiri dari Ekonomi, Sejarah, Geografi dan Sosiologi, jadi dipilihlah empat guru model sesuai dengan disiplin ilmunya masing-masing.

semuanya disiapkan dengan matang, nomor punggung peserta didik untuk memudahkan observasi, nama kelompok, RPP, Media, Slide presentasi, atau hal hal lainnya untuk memperlancar proses lessons study.

akhirnya dimulai semenjak tanggal 24 Pebruari 2011. setiap pertemuan dilaksanakan pada kamis, dan disekolah yang berbeda yang telah disepakati.

aku sendiri, kena giliran maju ketiga, artinya ya, tanggal 10 Maret kemarin, di SMP Muhammadiyah Alabio, Kelas VIII A, Materi Ketenagakerjaan.

datang pukul 08.15 WITA, kuharap semuanya sudah selesai, karena tuan rumah sudah ditugaskan untuk menyiapkan segalanya, dari denah kursi peserta didik, nomor punggung, pembagian kelompok, serta ruang untuk refleksi.
satu hambatan telah datang, huhuhu, mati lampu!
gimana mau nyalakan LCD Proyektor....???
secanggih canggihnya teknologi, pasti ada juga kelemahannya ya?

tenang-tenang...
inhale......, exhale......

ternyata denah kursi pun belum disusun. akhirnya aku masuk, membagikan nomor punggung kepada peserta didik, keuntungan besar buatku, aku jadi berkesempatan untuk mengenal lebih dahulu dengan mereka, dengan memanggil nama mereka satu persatu sesuai daftar hadir, paling tidak aku bisa mengingat beberapa nama, dan mereka sudah melihat "muka" ku duluan.

mulai dari menyusun kursi, membagi kelompok, semua kulakukan sendiri, dan itu pada jam pelajaran yang menajdi jatahku! akhirnya, molorlah 25 menit. tapi alhamdulillah, listrik sudah mengalir kembali, LCD bisa digunakan, dan slide show ku dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.

semua berjalan dengan lancar, walau masih ada kesalahan, maklum lah, aku yang masih muda ini dalam dunia pendidikan. inilah hasil refleksinya :
  1. gambar yang ku pilih untuk metode examples non examples ku masih ada yang bersifat ambigu, kurang jelas.
  2. pada saat presentasi, dimana hanya ada 4 pertanyaan untuk dianalisa, dan ada 5 kelompok. aku meminta mereka maju dan menjawab masing-masing 2 pertanyaan. sehingga ada pertanyaan yang dibahas berulang-ulang, itu membuat peserta didik tidak konsen lagi dalam memperhatikan pembahasan.
  3. Pertanyaan yang kubuat masih harus diperjelas kalimatnya, gunakanlah bahasa anak-anak SMP.
hehehe, kuharap ini menjadi salah satu pengalamanku, agar bisa lebih memperbaiki kualitas mengajarku. lebih pada memberi pemahaman pada anak, tidak hanya menghabiskan materi.

Kamis, 15 Juli 2010

Korban, Imbas, Dampak ...???

Ujian Nasional.
Terkadang menjadi momok yang menakutkan bagi setiap siswa, orang tua, guru bahkan kepala sekolah.

Bahwa sesungguhnya Ujian Nasional merupakan salah satu kegiatan pelaksanaan kurikulum yang tidak dapat dipisahkan satu dengan kegiatan lainnya. Berhasil atau tidaknya pelaksanaan kurikulum itu dapat dilihat dari keberhasilan Ujian Nasional dalam arti sesungguhnya.
Keberhasilan Ujian Nasional itu tidak cukup dilihat dari segi keberhasilan para siswa dalam memperoleh nilai yang baik serta mutu para siswa itu sendiri, tetapi juga dilihat dari segi tehnis pelaksanaan Ujian Akhir Nasional. (http://www.smasasat-tng.sch.id/index.php?option=com_content&view=article&id=4&Itemid=17).

Keberhasilan dalam pencapaian UN ternyata akan berpengaruh juga pada penerimaan siswa baru di tahun ajaran berikutnya. tingginya persentasi kelulusan berperan besar pada tingginya minat dan motivasi siswa untuk memasuki sekolah tersebut. terbukti, sekolah yang tingkat kelulusan sangat rendah, sepi "penggemar"....
Sungguh menyedihkan, bahkan dikabarkan ada salah satu SMA swasta yang terpaksa di tutup untuk tahun ajaran 2010-2011 karena tidak ada siswa yang mendaftar. siswa tingkat sebelumnya pun dialihkan ke sekolah lain.

Apakah hal ini juga akan terjadi pada sekolah tempat ku bernaung saat ini...???
Cuma waktu yang bisa menjawab. Kesalahan terletak pada ketidaktauan pada kondisi masyarakat setempat. Apa yang menjadi tolak ukur mereka dalam memandang dan menilai sebuah sekolah. Tapi apa yang terjadi bisa dijadikan pengalaman, untuk menata langkah agar lebih baik kedepannya. mengokohkan diri agar dapat bersaing dan bisa maju kepermukaan dan mendapatkan aktualisasi nyata dari masyarakat.

Banyak hal yang harus dibenahi, hal ini harus dimulai dari kami, guru. setelah itu, baru akan kami tularkan ke murid-murid kami yang tersisa.
Disiplin, Ilmu, Semangat untuk Belajar dan meraih Prestasi, akan lebih kuat kami tanamkan kepada murid-murid kami.

Hanya satu harapan yang ada, semoga kami bisa bertahan di antara kerasnya gelombang seleksi alam...